PMC 2016 adalah sebuah kompetisi mengenai manajemen proyek yang ditujukan untuk mahasiswa S1 dan S2. PMC 2016 kali ini adalah acara tahunan yang sudah terselenggara empat kali oleh PMI (Project Management Institute) Indonesia Cabang Yogyakarta bekerja sama oleh UGM. Kompetisi tahun ini dapat diikuti oleh berbagai mahasiswa universitas di lingkup Asia-Pasifik. Kompetisi bergengsi ini kembali diadakan pada tahun ini di Yogyakarta. Tim-tim dari program studi Sistem dan Teknologi Informasi (STI) telah membentuk tim-tim yang siap untuk berkompetisi di perhelatan akbar PMC 2016 nanti. Oleh karena itulah, ASSITS datang untuk mencoba memfasilitasi setiap tim agar mendapatkan knowledge yang lebih luas mengenai perlombaan ini, mengingat bahwa secara dua tahun berturut-turut posisi Second Winner di PMC 2015 dan PMC 2014 dapat disabet oleh perwakilan tim dari STI ITB

Workshop bertajuk “ASSISTS for PMC 2016  Winner” adalah sebuah kegiatan yang baru pertama kali dilakukan dalam rangka kegiatan eventual kompetisi PMC. Dengan adanya workshop ini, diharapkan setiap tim yang mendaftar dapat dilakukan pendataan dengan baik dan lebih ter-cover untuk mendapatkan pelatihan, tips trik, dan sharing session dengan pembicara.  Pembicara yang diundang dalam workshop kali ini adalah tim pemenang PMC 2014 yaitu tim Windy Mary. Anggota tim terdiri dari Yogi Agnia Dwi Saputro (STI 2011), Muhammad Fatoni (STI 2011), Taufiq Akbar Rosyadi (2012), dan Ghani Ruhman (2012).

Workshop diikuti oleh 8 tim dari mahasiswa program studi STI dan beberapa orang dari luar program studi STI. Workshop dibagi ke dalam dua sesi besar. Sesi pertama diisi oleh Kak Yogi dan Kak Fatoni yang menjelaskan mengenai gambaran besar lomba, bagaimana membuat sebuah tujuan proyek yang berdampak besar, dan beberapa tips tentang mengapa sebuah proyek menjadi penting serta pendefinisian tujuan dari proyek yang akan dikerjakan. Selain itu, mereka juga bercerita mengenai pengalaman mereka tentang pekerjaan menjadi seorang proyek manajer. Mengingat bahwa mereka berdua adalah alumni STI yang telah bekerja di perusahaan ternama sebagai proyek manajer. Ilmu-ilmu praktikal diberikan secara cuma-cuma dalam sesi sharing dan tanya jawab.

Sesi kedua diisi oleh Kak Ghani dan Kak Taufiq. Mereka berdua adalah juara bertahan dua kali dalam kompetisi PMC 2014 dan PMC 2015. Pantaslah mereka memiliki jam terbang yang cukup untuk memberikan peserta pelatihan lebih mendalam mengenai pembuatan MPMP (Mini Project Master Plan). Itulah yang membuat workshop kali ini berbeda karena peserta workshop diharuskan untuk berlatih secara bertahap dari memulai menentukan judul proyek yang tepat, hingga implementasi proyek.

Bahkan mereka berdua membagikan beberapa saran mengenai apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak dilakukan dalam pembuatan MPMP. Hal ini dapat dilakukan berdasarkan lesson learned dari PMC 2014 dan PMC 2015. Peserta sendiri merasa antusias dan sangat senang dengan metode yang diberikan. Sekian tulisan mengenai workshop PMC 2016 ini, semoga terhibur, ilmu yang didapatkan dapat berguna, dan tertarik untuk mengikuti kompetisi tahun depan. Semoga bertemu lagi tahun depan.